Kau Pertama dan Terakhir di Hidupku
Jodoh siapa yang tahu karena jodoh ditangan Tuhan, begitu kata pepatah yang sering saya dengar. Bisa jadi pasangan yang berpacaran lama tapi karena bukan jodoh, akhirnya berpisah jua. Tapi ada juga yang kenal sebentar saja, tapi berjodoh maka mereka berlanjut kejenjang hubungan yang halal. Seperti kata pepatah diatas, ternyata kisah cinta saya dan suami saya masuk dalam kategori perkenalan singkat dan berujung indah pada akhirnya.
Sekitar bulan April 2010,tidak sengaja Alloh mempertemukan kita di jejaring sosial yaitu Facebook. Berawal dari perkenalan biasa, ternyata dia adalah tetangga dekat saya satu kampung. Anehnya kita enggak pernah kenal di dunia nyata sebelumnya, padahal rumah kita bisa dibilang berdekatan. Karena satu sama lain merasa nyaman, akhirnya kita berdua sering inbokan untuk bertukar cerita dan pikiran. Seiring berjalanya waktu benih-benih cinta pun tumbuh diantara kita. Setelah kurang lebih satu tahun saya ngejomblo akhirnya benih cinta itu tumbuh lagi kepada dia pria yang menurut saya bisa dibilang sederhana, apa adanya, bersahaja, sabar dan sangat dewasa serta cukup pengetahuan agamanya yang kelak akan membawaku hingga JannahNya. Pria itu Salam Suwandi namanya.
Perkenalan facebook berlanjut ke sosmed migg33, nimbuzz, ebuddy, yahoo masanger hingga komunikasi lewat nomor telephone. Setelah merasa kenal lebih dekat akhirnya kami berdua memutuskan untuk bertemu di dunia nyata. Niat itu akhirnya terealisasikan pada bulan Augustus tepatnya tgl 7 hari sabtu ba'da waktu dzuhur. Dan setelah bertemu alhamdulillah kami berdua merasa cocok dan ingin lanjut ke hubungan yang lebih serious. Setelah kami berdua menyampaikan niat kami kepada orangtua masing-masing alhamdulillah hubungan kami direstui. Hingga pada akhirnya orangtua dari mas Salam datang kerumahku untuk melamar atau sering disebut tunangan. Tujuanya tunangan ini adalah untuk mengikat hubungan kita agar selalu terjaga sampai kejenjang pernikahan tepatnya hari Senin, 23 Agustus 2010 saya resmi dilamar, dan status kita saat itu masih bertunangan.
Lika-liku hidup, hanya Alloh lakh yang Maha Tau, kita hanya bisa berencana namun semuaya kembali Alloh lakh yang menentukan. Seiring berjalanya masa,dari waktu kewaktu, alhamdulillah hubungan kami semakin dekat walaupun dijalani dengan LDR atau sering disebut long distance relationship. Dia dinegri Timur tengah dan saya sendiri bekerja di Negri beton,Hong Kong tepatnya. Kami saling menjaga, saling setia, saling percaya. LDR kami lagi-lagi hanya lewat dunia maya. Selama kurang lebih 3tahun menyandang setatus bertunangan, kamipun merencanakan untuk ingin segera menikah.
Akhirya pada hari Rebo manis,09 Oktober 2013 kami meresmikan pernikahan kami di rumah orangtua tua saya dengan resepsi pernikahan adat jawa yang sangat sederhana. Alhamdulillah lancar dan kami resmi menyandang gelar suami istri.
Sekitar bulan April 2010,tidak sengaja Alloh mempertemukan kita di jejaring sosial yaitu Facebook. Berawal dari perkenalan biasa, ternyata dia adalah tetangga dekat saya satu kampung. Anehnya kita enggak pernah kenal di dunia nyata sebelumnya, padahal rumah kita bisa dibilang berdekatan. Karena satu sama lain merasa nyaman, akhirnya kita berdua sering inbokan untuk bertukar cerita dan pikiran. Seiring berjalanya waktu benih-benih cinta pun tumbuh diantara kita. Setelah kurang lebih satu tahun saya ngejomblo akhirnya benih cinta itu tumbuh lagi kepada dia pria yang menurut saya bisa dibilang sederhana, apa adanya, bersahaja, sabar dan sangat dewasa serta cukup pengetahuan agamanya yang kelak akan membawaku hingga JannahNya. Pria itu Salam Suwandi namanya.
Perkenalan facebook berlanjut ke sosmed migg33, nimbuzz, ebuddy, yahoo masanger hingga komunikasi lewat nomor telephone. Setelah merasa kenal lebih dekat akhirnya kami berdua memutuskan untuk bertemu di dunia nyata. Niat itu akhirnya terealisasikan pada bulan Augustus tepatnya tgl 7 hari sabtu ba'da waktu dzuhur. Dan setelah bertemu alhamdulillah kami berdua merasa cocok dan ingin lanjut ke hubungan yang lebih serious. Setelah kami berdua menyampaikan niat kami kepada orangtua masing-masing alhamdulillah hubungan kami direstui. Hingga pada akhirnya orangtua dari mas Salam datang kerumahku untuk melamar atau sering disebut tunangan. Tujuanya tunangan ini adalah untuk mengikat hubungan kita agar selalu terjaga sampai kejenjang pernikahan tepatnya hari Senin, 23 Agustus 2010 saya resmi dilamar, dan status kita saat itu masih bertunangan.
Lika-liku hidup, hanya Alloh lakh yang Maha Tau, kita hanya bisa berencana namun semuaya kembali Alloh lakh yang menentukan. Seiring berjalanya masa,dari waktu kewaktu, alhamdulillah hubungan kami semakin dekat walaupun dijalani dengan LDR atau sering disebut long distance relationship. Dia dinegri Timur tengah dan saya sendiri bekerja di Negri beton,Hong Kong tepatnya. Kami saling menjaga, saling setia, saling percaya. LDR kami lagi-lagi hanya lewat dunia maya. Selama kurang lebih 3tahun menyandang setatus bertunangan, kamipun merencanakan untuk ingin segera menikah.
Akhirya pada hari Rebo manis,09 Oktober 2013 kami meresmikan pernikahan kami di rumah orangtua tua saya dengan resepsi pernikahan adat jawa yang sangat sederhana. Alhamdulillah lancar dan kami resmi menyandang gelar suami istri.
Pertemuan singkat akhirnya berakhir bahagia. Hanya berkenalan selama kurang lebih 4 bulan,bertemu langsung secara nyata hanya dalam waktu 1 minggu karena posisi saya waktu itu sedang cuty, dan diharuskan berangkat di tanggal yang Sudah dipastikan, maka saya nggak bisa berlama-lama mendampingi dia dihari-harinya. Namun waktu itu saya percaya bahwa suatu saat nanti pasti akan indah pada waktuNya...
Alhamdulillah sekali kepercayaan itu terkabul. Kami sangat berharap agar kami bisa mejadi keluarga yang sakinnah mawaddah warrahmah,, saling berdampingan hingga ke jannah,, aamiin ya Robb.
Ini baru awal dari kehidupan kami. Kami ingin menjadikan pernikahan kami ini yang pertama dan terakhir. Semoga kami senantiasa diberi kesabaran, saling mengingatkan, saling setia dan saling mengerti hak dan kewajiban baik sebagai suami maupun sebagai istri. Semoga kami bisa menjadi pasangan yang selalu menghormati orangtua, baik orangtua kandung ataupun mertua. Karena hakekatnya setelah menikah orangtua pasangan adalah orangtua kita juga.Saya menulis memories story ini di usia pertama pernikahan kami bulan depan. Semogha kita diberi umur panjang, dan panjang jodoh hingga akhir hayat.
This story is only for memories..
Saturday,13 September 2014

